Batu Bara – Jajaran Fraksi PKN DPRD Batu Bara mendesak Pemkab agar memastikan pasokan air dari PDAM untuk masyarakat bisa berjalan lancar dan tidak tersendat lagi.
Fraksi Karya Pembangunan Nasional (F-PKN) DPRD Batu Bara dengan tegas telah mendesak Pemkab Batu Bara agar memastikan pasokan air bersih dari PDAM Tirta Tanjung tidak tersendat seperti saat ini.
Penegasan tersebut disampaikan Jurubicara F-PKN Nafiar menanggapi keluhan pelanggan akibat tersendatnya penyaluran air bersih ke rumah pelanggan.
”PDAM harus secepatnya memastikan penyaluran air bersih kepada masyarakat dan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat apa penyebab terhentinya distribusi air,” kata Nafiar, Jumat, (22/5/2026).
Ia mengatakan, Fraksi F-PKN juga mendesak Pemkab Batu Bara agar melakukan langkah cepat dan konkret untuk memastikan pasokan air kembali normal. Juga didesak melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional PDAM agar kejadian serupa tidak terulang.
F-PKN menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh diabaikan. Air bersih merupakan hak dasar masyarakat sehingga pemerintah bersama PDAM wajib menjamin ketersediaanya,” ucap Politisi Partai Golkar tersebut.
Diketahui, sejak beberapa bulan lalu, masyarakat mengeluhkan tersendatnya penyaluran air bersih ke rumah mereka. PDAM terpaksa menghentikan pasokan air bersih ke rumah pelanggan akibat terputusnya aliran listrik PLN.
Aliran listrik terpaksa diputus PLN akibat tertunggaknya pembayaran rekening listrik. Adapun penyebab tertunggaknya pembayaran tagihan listrik diakibatkan kondisi keuangan yang semakin menipis.
Kondisi keuangan semakin menipis akibat tingginya biaya operasional dan perbaikan jaringan yang kerap mengalami kerusakan semakin membebani keuangan PDAM. Selain itu, pembayaran dari pelanggan disebutkan tidak mencukupi biaya operasional perusahaan.







