Batubara– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan kegiatan asesmen susulan kelayakan dan penempatan rehabilitasi serta re-edukasi bagi narapidana pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) berbasis ketahanan pangan, Rabu (14/10). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi kebutuhan pembinaan narapidana serta menentukan kelayakan dan penempatan program rehabilitasi yang sesuai.
Kegiatan asesmen dilakukan oleh asesor Lapas Labuhan Ruku yang telah lulus kualifikasi. Pelaksanaan asesmen bertujuan untuk menggali informasi terkait kondisi, kebutuhan, serta tingkat permasalahan yang dihadapi narapidana pengguna NAPZA sebagai dasar dalam menentukan program rehabilitasi dan re-edukasi yang tepat sasaran.
Melalui asesmen ini, Lapas Labuhan Ruku berupaya memastikan bahwa proses rehabilitasi dan re-edukasi dapat dilaksanakan secara terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing narapidana. Pendekatan berbasis ketahanan pangan juga menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan program pemulihan dengan pembinaan kemandirian, sehingga narapidana dapat memperoleh keterampilan produktif yang bermanfaat.
Kalapas Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan, S.T., S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa pelaksanaan asesmen merupakan langkah penting untuk memastikan program rehabilitasi berjalan secara optimal dan tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa melalui sinergi antara asesmen, rehabilitasi, re-edukasi, dan pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan, diharapkan narapidana mampu memperbaiki kualitas diri, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.







