Medan, 14 April 2026 – Soetopo Berutu, A.MD.IP, S.Sos, M.Ap merasa sangat terkejut ketika sahabatnya yang pernah menjabat sebagai Pejabat Penjabat (PJ) Bupati Batu Bara tahun 2008, Drs Syaiful Syafri MM, datang untuk meminta ijin serta menunjukkan naskah buku yang sedang disusun. Buku tersebut berisi biografi Soetopo Berutu dalam meniti karier di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di bawah naungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.
Menurut Syaiful Syafri, secara etika ia harus meminta ijin sebelum meneruskan penulisan buku yang berisi biografi karir Soetopo Berutu sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemasyarakatan. Hal ini dikarenakan buku tersebut memerlukan kelengkapan data keluarga serta dokumentasi foto untuk melengkapi konten yang akan diterbitkan. Selain itu, sumber bahan penulisan dihimpun dari berbagai teman kerja Soetopo Berutu, termasuk Rahmat Hidayat yang sering mengikuti perjalanan karier beliau.
Penjelasan ini disampaikan Syaiful Syafri kepada awak media di Medan, didampingi Tim Tata Naskah dan Editor Toto Widyanto, SH serta Titik Angriyani. Acara berlangsung setelah ia menyerahkan hasil tulisan yang belum selesai dilengkapi data keluarga dan foto, mengingat Soetopo Berutu sedang dalam masa cuti untuk mengunjungi ibundanya serta mendampingi putrinya yang sedang menyusun tesis akhir pendidikan, pada hari Selasa (14/4).
Syaiful Syafri menjelaskan bahwa bahan tulisan buku tidak hanya berasal dari kumpulan dokumen resmi, namun juga dilengkapi dengan peraturan dan perundang-undangan terkait dunia pemasyarakatan. Selain itu, buku tersebut juga memperkuat isi dengan hasil wawancara langsung dengan berbagai pihak yang menjadi jejaring kerja Soetopo Berutu, mulai dari unsur kepala daerah, rektor, dosen, staf lapas, hingga warga binaan lapas itu sendiri.
“Seandainya Soetopo Berutu menyetujui, buku dengan judul Soetopo Berutu, Kepemimpinan di Lapas Mendidik Masa Depan Warga Binaan akan kita terbitkan setelah mendapatkan Nomor Induk Buku Nasional (ISBN). Buku yang memiliki 151 halaman dan terbagi dalam 5 bagian ini juga akan diluncurkan bersamaan dengan acara bedah isi buku,” pungkas Syaiful Syafri.
Editor: Rahmat Hidayat







