Toba – PT Indonesia Asahan Aluminium, telah menjalankan program strategis dalam hal konservasi alam di Kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba dengan yang terletak di 7 Kab/Kota di Sumatera Utara.
Berkolaborasi dengan Perum Jasa Tirta 1 (PJT-1), kinerja ini menegaskan komitmen PT Inalum dalam mendukung kelestarian Daerah Tangkapan Air Danau Toba sebagai langkah meningkatkan kebermanfaatan perusahaan kepada masyarakat dan Indonesia.
Program yang dilakukan antara lain pembangunan biopori, sumur resapan dan injeksi, pembibitan, penanaman pohon, hingga penguatan kapasitas masyarakat.
Kepala Divisi Konservasi dan Penghijauan PT Inalum Sunarno A. Rakino menyebut bahwa kinerja ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya air dan hutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Ia menyebut bahwa pelestarian Danau Toba hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan.
“Bagi PT Inalum, Danau Toba bukan hanya bentang alam, tetapi sumber kehidupan dan warisan bagi generasi mendatang. Melalui program konservasi, kami berupaya hadir dengan aksi nyata yang terukur dan berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan. Kami percaya, ketika kolaborasi ini berjalan beriringan, upaya menjaga Danau Toba tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi komitmen bersama untuk masa depan Sumatera Utara dan Indonesia,” ujar Sunarno.
Sepanjang 2025, PT Inalum dan mitra telah merealisasikan berbagai kegiatan strategis konservasi yang tersebar di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo.
Upaya tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan ekosistem Danau Toba sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Adapun beberapa program yang dilakukan antara lain:
Konservasi Air dan Resapan Upaya konservasi air dilakukan melalui pembangunan 10.000 lubang biopori yang tersebar terutama di Kabupaten Simalungun dan Samosir.
Selain itu, pembangunan 500 unit sumur resapan di wilayah Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara menjadi bagian dari langkah strategis meningkatkan daya serap air tanah dan mengurangi limpasan permukaan.
PT Inalum juga menginisiasi pembangunan 15 unit sumur injeksi yang tersebar di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo sebagai solusi inovatif untuk menjaga ketersediaan air tanah di kawasan hulu.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat di bidang edukasi lingkungan, program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba, meliputi Toba, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo.
Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Untuk mendukung keberlanjutan rehabilitasi lahan, PT Inalum turut membangun Kebun 3 unit Bibit Rakyat (KBR) berkapasitas 50.000 bibit per tahun, dan Pembibitan Modern Paritohan berkapasitas 500.000 bibit per tahun.
Fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan bibit bagi program penghijauan jangka panjang di kawasan Danau Toba.
Pencegahan Kebakaran Hutan & Lahan dan Penguatan Kelembagaan Masyarakat Sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan berbasis komunitas, PT Inalum melaksanakan sosialisasi pencegahan karhutla di DTA Danau Toba melalui pembentukan dan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 18 MPA di beberapa kabupaten, yaitu: Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo dan Samosir hingga tahun 2025.
Rehabilitasi Lingkungan Program penanaman pohon menjadi salah satu pilar utama dengan total 1.050 pohon yang ditanam oleh PT Inalum dan mitra di berbagai lokasi prioritas di kawasan Danau Toba.
Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat tutupan vegetasi, mencegah erosi, dan menjaga kualitas air danau. Penanaman dilakukan di area seluas lebih dari 1.400 hektar di berbagai kabupaten di sekitar Danau Toba.
Jenis tanaman yang ditanam dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan karakteristik lahan, seperti untuk menahan erosi, meningkatkan daya serap air, serta memperluas tutupan hijau di wilayah tangkapan air Danau Toba. Program penanaman pohon ini juga merupakan langkah inisiatif PT Inalum dalam melaksanakan mitigasi terjadinya bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.
Program konservasi PT Inalum menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PT Inalum dalam menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba sebagai sumber kehidupan, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Melalui pendekatan konservasi yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan, PT Inalum memastikan upaya pelestarian tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi memberikan dampak nyata dan berkelanjutan dalam mendukung keberlanjutan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Sumatera Utara dan Indonesia.







