Batu Bara – Polres Batu Bara bergerak cepat menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang disampaikan melalui Call Center 110 terkait dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam di wilayah Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Senin malam (18/5/2026).
Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson H.H. Nainggolan, menyampaikan bahwa pengaduan diterima dari seorang warga bernama Fiorita Br Tampubolon pada pukul 22.12 WIB.
Dalam laporan tersebut, pelapor menyampaikan bahwa dirinya mendapat ancaman menggunakan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh suaminya di kawasan Pasar 3 Ujung, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, tepatnya di sekitar Rumah Makan Serefroha.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pawas Iptu Dedi Asmadi bersama personel piket fungsi Polres Batu Bara serta personel Polsek Lima Puluh langsung bergerak menuju lokasi kejadian guna melakukan pengecekan dan memberikan perlindungan kepada pelapor.
Setibanya di lokasi, petugas bertemu dengan pelapor Fiorita Br Tampubolon bersama anak kandungnya bernama Dewi Fransisca Br Simbolon. Dari keterangan yang diperoleh, terduga pelaku diketahui sudah tidak berada di lokasi saat petugas tiba.
Pihak keluarga kemudian menerangkan bahwa senjata tajam yang diduga digunakan untuk melakukan pengancaman masih berada di dalam rumah. Selanjutnya barang tersebut diserahkan kepada petugas kepolisian untuk diamankan sebagai langkah antisipasi dan pengamanan.
Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian juga memberikan himbauan serta pendampingan kepada pihak keluarga agar tetap tenang dan segera membuat laporan resmi guna proses lebih lanjut. Pelapor mengucapkan terima kasih kepada personel Polres Batu Bara atas respon cepat dan kehadiran petugas setelah menerima laporan melalui layanan Call Center 110.
Selain itu, pihak keluarga dari pelapor juga berencana mendatangi SPKT Polres Batu Bara untuk memberikan keterangan dan membuat laporan resmi terkait kejadian tersebut. Kegiatan penanganan pengaduan masyarakat tersebut melibatkan 10 personel piket fungsi Polres Batu Bara dan 3 personel piket Polsek Lima Puluh.







