Batu Bara – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku kembali melanjutkan program budidaya ikan lele sebagai bagian dari pelatihan kemandirian dan penguatan ketahanan pangan. Pada kegiatan kali ini, sebanyak 10.000 ekor benih ikan lele ditebar di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Labuhan Ruku, Kamis (5/2).
Kegiatan budidaya ikan lele tersebut melibatkan langsung warga binaan pemasyarakatan bersama Kepala Lapas Labuhan Ruku, pejabat struktural, serta Staf Bimbingan Kerja (Bimker).
Keterlibatan aktif berbagai pihak ini menjadi wujud sinergi dalam mendukung pembinaan kemandirian bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
Program budidaya lele ini merupakan salah satu bentuk pelatihan yang diarahkan agar warga binaan memiliki keterampilan produktif. Melalui kegiatan ini, warga binaan dibekali pengetahuan dan praktik langsung mengenai tata cara pembibitan, perawatan, hingga pemanenan ikan lele secara berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menyampaikan bahwa budidaya ikan lele tidak hanya bertujuan untuk mendukung ketersediaan pangan di lingkungan lapas.
“Kami ingin warga binaan memahami proses budidaya secara utuh, sehingga ke depan dapat menjadi bekal keterampilan bahkan peluang usaha setelah bebas,” ujarnya.
Menurutnya, program ketahanan pangan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada bidang pembinaan kemandirian warga binaan, agar mampu mandiri dan berdaya saing saat kembali ke tengah masyarakat.







